Sabtu, 04 April 2026

Jumat Agung: Menemukan Makna Kasih dan Pengorbanan di Sekolah Kita

 

Halo sahabat.

Hari ini, umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung. Sebuah hari yang mungkin terasa tenang dan penuh khidmat, namun menyimpan pesan yang sangat mendalam tentang kehidupan.

Mengapa disebut "Agung" atau dalam bahasa Inggris disebut Good Friday? Padahal, hari ini memperingati peristiwa yang penuh penderitaan. Jawabannya terletak pada esensi dari peristiwa itu sendiri: Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri.

1. Belajar dari Sebuah Pengorbanan

Jumat Agung mengajarkan kita bahwa hal-hal besar seringkali membutuhkan pengorbanan. Di dunia sekolah, kita bisa melihat cerminannya dalam skala kecil:

  • Guru yang meluangkan waktu ekstra untuk membantu siswa yang kesulitan.
  • Siswa yang mau menyisihkan waktu bermainnya untuk belajar demi masa depan.
  • Teman yang mendahulukan kepentingan kelompok di atas keinginan pribadi.

2. Harapan di Tengah Kegelapan

Jumat Agung mengingatkan kita bahwa kegelapan tidak pernah menang secara permanen. Kesedihan pada hari Jumat adalah jembatan menuju kemenangan di hari Paskah. Ini adalah pesan penyemangat bagi kita semua yang mungkin sedang menghadapi tantangan, baik itu ujian yang berat, masalah pertemanan, atau rasa lelah dalam tugas dan pekerjaan sehari-hari. Selalu ada titik terang di balik setiap perjuangan.

3. Mempererat Toleransi

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk terus merawat toleransi antar umat beragama dan menghargai teman-teman yang sedang beribadah. "Kasih terbesar bukanlah saat kita menerima, melainkan saat kita mampu memberi dan berkorban untuk kepentingan bersama."

Mari Sejenak Merenung

Di sela libur hari ini, mari kita gunakan waktu untuk:

  1. Bersyukur atas segala kebaikan yang kita terima.
  2. Memaafkan kesalahan teman atau orang di sekitar kita.
  3. Berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih peduli di lingkungan sekolah.

Dan sebagai kalimat penutup, izinkan saya memberi pertanyaan refleksi untuk kita semua "Apa pengorbanan terkecil yang pernah kita lakukan?”

Selamat memperingati Jumat Agung bagi seluruh teman-teman yang merayakan. Semoga kedamaian dan kasih senantiasa menyertai langkah kita semua. (evi)

Jumat, 03 April 2026

Ruang Tamu: Saksi Janji Guru dan Orang Tua


Ruang kelas terasa sepi hari itu kala semua guru menerima surat perintah untuk melaksanakan tugas di ruang berbeda. Ya, bukan di ruang kelas, bukan di ruang guru, tapi di ruang tamu rumah siswa. 

Hal ini merupakan kali kedua dimana guru-guru yang berpangkat guru wali melaksanakan tugas yang agak sedikit berbeda. Mengantarkan rapot tengah semester ke rumah anaknya masing-masing. 

Melalui perjalanan berbeda, kami terjun menyusuri tapak-tapak kecil anak kami yang selalu menjadi arahnya melangkah setiap hari saat menjalani proses meraih mimpi. 

Bertemu dengan orang tua yang setiap harinya selalu bekerja di ladang demi membiayai kehidupan anaknya dan yang paling penting membangun komitmen bahwa anaknya adalah anakku juga. 

Di ruang yang berbeda, ku ceritakan sisi lain dari anaknya yang mungkin tak pernah diketahui olehnya. Membangun cerita bahwa tugas menuntun anaknya menggapai mimpi itu dimulai dari bagun pagi di rumah dan tidur malam di rumah pula. 

Tak lupa di ruang tamu itu, janji untuk saling menguatkan tercipta. Setidaknya sampai anak ini melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. 

Semoga dari ruang tamu ini, banyak harapan dan doa yang terjawab untuk masa depan generasi muda, untuk negeri Indonesia yang lebih baik. 

Sehat-sehat para orang tua, biar sukses anak kita jadi kebanggaanmu.