Minggu, 25 Januari 2026

Dari ruang guru menuju ruang kelas yang lebih hidup dan bermakna

Menguatkan kompetensi guru melalui penguatan asesmen formatif dan sumatif berbasis pembelajaran mendalam.

KUPANG– Dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas dan ramah untuk semua, SMA Negeri 13 Kupang sukses menyelenggarakan workshop bertajuk "Asesmen Pembelajaran" pada Jumat, 23 Januari 2026. Acara ini menjadi langkah nyata sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendukung pembelajaran yang lebih mendalam (Deep Learning).

Workshop ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Fransiskus Xaverius Ivan Rahas, seluruh jajaran guru, serta menghadirkan narasumber inspiratif, Risyono, S.Pd., Gr, M.Pd, seorang Widyaiswara Ahli Muda dari Balai Guru Penggerak (BGPK) Provinsi NTT. Dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme, kegiatan ini menjadi momen penting bagi SMA Negeri 13 Kupang untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.

Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah penguatan konsep Asesmen Formatif dan Sumatif dengan pendekatan Deep Learning. Risyono menjelaskan bahwa asesmen tidak hanya sekadar alat untuk memberikan nilai, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memberikan umpan balik yang dapat memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan."Pembelajaran dan asesmen adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Melalui asesmen yang tepat, kita dapat mendorong murid mencapai kompetensi global (6C), yaitu Karakter, Kewargaan, Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis," jelas Risyono dalam penyampaian materinya.

Melalui pendekatan ini, para guru diajak untuk memandang asesmen sebagai alat yang dapat mengukur sejauh mana siswa memahami materi secara mendalam, bukan hanya sekadar hafalan atau penguasaan permukaan. Workshop ini tidak hanya diisi dengan teori. Para guru juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan interaktif. Salah satu aktivitas menarik adalah ketika mereka diminta untuk menganalisis soal-soal berbasis standar internasional PISA, seperti soal "Kecepatan Mobil Balap" dan soal logika kubus. Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang bagaimana asesmen dapat dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa.

Selain itu, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran lainnya seperti: Tes Awal menggunakan platform digital untuk mengukur tingkat pemahaman awal para guru mengenai asesmen. Pembuatan Peta Konsep unyuk merancang perbedaan mendalam antara asesmen formatif dan sumatif. Refleksi Kasus dalam menganalisis praktik mengajar melalui studi kasus "Pak Dani" untuk mengevaluasi teknik penilaian di kelas.

Kepala Sekolah Fransiskus Xaverius Ivan Rahas menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan dan bermakna bagi siswa. Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak perubahan dalam dunia pendidikan.

Melalui workshop ini, SMA Negeri 13 Kupang berkomitmen untuk menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Para guru didorong untuk merancang aktivitas belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Contohnya adalah menghubungkan pelajaran kimia dengan penelitian limbah lingkungan atau mengaitkan pelajaran matematika dengan data dari kehidupan nyata.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh seluruh pihak yang terlibat, SMA Negeri 13 Kupang telah memulai langkah besar menuju transformasi pendidikan. Workshop ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi demi menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan kompeten di era globalisasi.

Mari kita dukung bersama upaya-upaya seperti ini demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik! #PendidikanBermutu #DeepLearning #SMA13Kupang. (Maia Halle) 

Sabtu, 24 Januari 2026

SMA Negeri 13 Kupang Bangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

 

SMA Negeri 13 Kupang Perkuat Komitmen Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Kupang, 22 Januari 2026 — SMA Negeri 13 Kupang terus menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam sosialisasi  penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah. 

Kegiatan ini menghadirkan Hendi Riswandi Ali, S.Pd.,Gr.,M.A.P., Widyaiswara Balai GTK NTT, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Hendi menekankan pentingnya rasa aman sebagai prasyarat utama untuk pembelajaran berkualitas. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang melindungi martabat dan hak seluruh peserta didik. “Anak-anak yang merasa tidak aman tidak akan mampu belajar secara optimal. Sekolah harus menjadi ruang yang menjunjung perlindungan dan penghargaan terhadap peserta didik,” ujarnya.

Berbagai data nasional yang dipaparkan menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius. Hasil Asesmen Nasional 2023 mencatat bahwa lebih dari 30 persen peserta didik berpotensi mengalami perundungan, hukuman fisik, hingga kekerasan seksual. Data dari KPAI, JPPI, dan FSGI juga mengungkap adanya peningkatan kasus kekerasan di sekolah dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya peran strategis sekolah dalam melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, juga dibahas strategi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang TPPKSP dan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman. Strategi ini meliputi penguatan tata kelola sekolah, edukasi dan peningkatan kapasitas warga sekolah, penerapan budaya positif, penyediaan sarana pelaporan dan penanganan, serta pelibatan orang tua.

Sebagai wujud nyata dari komitmen ini, SMA Negeri 13 Kupang mengadakan aksi penanaman pohon bersama dengan Balai GTK NTT. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat karakter, kolaborasi, dan budaya sekolah yang sehat serta berkeadaban.



Kepala  SMA Negeri 13 Kupang, Fransiskus Xaverius Ivan Rahas, menegaskan bahwa sekolah akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan optimal peserta didik. “Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, kami akan terus melangkah menuju terwujudnya sekolah ramah anak selaras dengan visi Generasi Emas Indonesia,” tuturnya.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, SMA Negeri 13 Kupang terus melangkah menuju terwujudnya sekolah ramah anak selaras dengan visi Generasi Emas Indonesia. (Maia Halle)