Sabtu, 24 Januari 2026

SMA Negeri 13 Kupang Bangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

 

SMA Negeri 13 Kupang Perkuat Komitmen Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Kupang, 22 Januari 2026 — SMA Negeri 13 Kupang terus menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam sosialisasi  penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah. 

Kegiatan ini menghadirkan Hendi Riswandi Ali, S.Pd.,Gr.,M.A.P., Widyaiswara Balai GTK NTT, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Hendi menekankan pentingnya rasa aman sebagai prasyarat utama untuk pembelajaran berkualitas. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang melindungi martabat dan hak seluruh peserta didik. “Anak-anak yang merasa tidak aman tidak akan mampu belajar secara optimal. Sekolah harus menjadi ruang yang menjunjung perlindungan dan penghargaan terhadap peserta didik,” ujarnya.

Berbagai data nasional yang dipaparkan menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius. Hasil Asesmen Nasional 2023 mencatat bahwa lebih dari 30 persen peserta didik berpotensi mengalami perundungan, hukuman fisik, hingga kekerasan seksual. Data dari KPAI, JPPI, dan FSGI juga mengungkap adanya peningkatan kasus kekerasan di sekolah dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya peran strategis sekolah dalam melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, juga dibahas strategi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan sesuai dengan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang TPPKSP dan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman. Strategi ini meliputi penguatan tata kelola sekolah, edukasi dan peningkatan kapasitas warga sekolah, penerapan budaya positif, penyediaan sarana pelaporan dan penanganan, serta pelibatan orang tua.

Sebagai wujud nyata dari komitmen ini, SMA Negeri 13 Kupang mengadakan aksi penanaman pohon bersama dengan Balai GTK NTT. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat karakter, kolaborasi, dan budaya sekolah yang sehat serta berkeadaban.



Kepala  SMA Negeri 13 Kupang, Fransiskus Xaverius Ivan Rahas, menegaskan bahwa sekolah akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan optimal peserta didik. “Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, kami akan terus melangkah menuju terwujudnya sekolah ramah anak selaras dengan visi Generasi Emas Indonesia,” tuturnya.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, SMA Negeri 13 Kupang terus melangkah menuju terwujudnya sekolah ramah anak selaras dengan visi Generasi Emas Indonesia. (Maia Halle)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar