Menguatkan kompetensi guru melalui penguatan asesmen formatif dan sumatif berbasis pembelajaran mendalam.
KUPANG– Dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas dan ramah untuk semua, SMA Negeri 13 Kupang sukses menyelenggarakan workshop bertajuk "Asesmen Pembelajaran" pada Jumat, 23 Januari 2026. Acara ini menjadi langkah nyata sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendukung pembelajaran yang lebih mendalam (Deep Learning).
Workshop ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Fransiskus Xaverius Ivan Rahas, seluruh jajaran guru, serta menghadirkan narasumber inspiratif, Risyono, S.Pd., Gr, M.Pd, seorang Widyaiswara Ahli Muda dari Balai Guru Penggerak (BGPK) Provinsi NTT. Dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme, kegiatan ini menjadi momen penting bagi SMA Negeri 13 Kupang untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.
Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah penguatan konsep Asesmen Formatif dan Sumatif dengan pendekatan Deep Learning. Risyono menjelaskan bahwa asesmen tidak hanya sekadar alat untuk memberikan nilai, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memberikan umpan balik yang dapat memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan."Pembelajaran dan asesmen adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Melalui asesmen yang tepat, kita dapat mendorong murid mencapai kompetensi global (6C), yaitu Karakter, Kewargaan, Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis," jelas Risyono dalam penyampaian materinya.
Melalui pendekatan ini, para guru diajak untuk memandang asesmen sebagai alat yang dapat mengukur sejauh mana siswa memahami materi secara mendalam, bukan hanya sekadar hafalan atau penguasaan permukaan. Workshop ini tidak hanya diisi dengan teori. Para guru juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan interaktif. Salah satu aktivitas menarik adalah ketika mereka diminta untuk menganalisis soal-soal berbasis standar internasional PISA, seperti soal "Kecepatan Mobil Balap" dan soal logika kubus. Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang bagaimana asesmen dapat dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa.
Selain itu, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran lainnya seperti: Tes Awal menggunakan platform digital untuk mengukur tingkat pemahaman awal para guru mengenai asesmen. Pembuatan Peta Konsep unyuk merancang perbedaan mendalam antara asesmen formatif dan sumatif. Refleksi Kasus dalam menganalisis praktik mengajar melalui studi kasus "Pak Dani" untuk mengevaluasi teknik penilaian di kelas.
Kepala Sekolah Fransiskus Xaverius Ivan Rahas menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang relevan dan bermakna bagi siswa. Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak perubahan dalam dunia pendidikan.
Melalui workshop ini, SMA Negeri 13 Kupang berkomitmen untuk menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Para guru didorong untuk merancang aktivitas belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Contohnya adalah menghubungkan pelajaran kimia dengan penelitian limbah lingkungan atau mengaitkan pelajaran matematika dengan data dari kehidupan nyata.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh seluruh pihak yang terlibat, SMA Negeri 13 Kupang telah memulai langkah besar menuju transformasi pendidikan. Workshop ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi demi menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan kompeten di era globalisasi.
Mari kita dukung bersama upaya-upaya seperti ini demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik! #PendidikanBermutu #DeepLearning #SMA13Kupang. (Maia Halle)


.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar