SMA Negeri 13 Kupang telah meresmikan langkah penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penandatanganan yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai Bahasa NTT, Bapak R. Hery Budhiono, S.Pd.,M.A., dan Plt. Kepala SMAN 13 Kupang, Bapak Fransiskus Xaverius Ivan Rahas, S.Pd.,M.Hum serta disaksikan oleh seluruh guru dan staf, menjadi tonggak formal dimulainya kerja sama strategis.
Dalam sambutannya, Bapak Heri menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh SMAN 13 Kupang. Beliau mengatakan, "Pihaknya akan melakukan pendampingan dan asistensi sehingga kegiatan-kegiatan ke depan, khususnya dalam hal peningkatan kompetensi berbahasa, dapat berjalan dengan baik." Sementara itu, Bapak Ivan mempresentasikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sekolah, mulai dari sosialisasi UKBI, pelaksanaan ujian, hingga hasil UKBI yang telah diperoleh warga sekolah. Presentasi ini menunjukkan keseriusan SMAN 13 Kupang sebagai institusi baru untuk membangun lingkungan pendidikan yang cakap dan berbudaya dalam berbahasa.
Kerja sama yang telah berjalan intensif sejak Agustus 2025 ini memang difokuskan pada kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI dianggap sebagai tolok ukur penting untuk mengukur kemampuan berbahasa warga sekolah dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Rangkaian kegiatan pun telah dilaksanakan, diawali dengan Sosialisasi & Simulasi UKBI Adaptif, dilanjutkan dengan tes UKBI gratis bagi 13 guru , yang hasilnya membanggakan dengan perolehan predikat level Madya, Unggul, hingga Sangat Unggul.
Selain sertifikasi UKBI, guru juga aktif berpartisipasi dalam program lain, seperti Pemasyarakatan Program BIPA pada pertengahan Agustus dan Sosialisasi Program Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik. Dukungan Balai Bahasa NTT terhadap SMAN 13 Kupang juga diwujudkan melalui kunjungan pembinaan untuk meninjau penggunaan bahasa Indonesia yang benar di lingkungan sekolah.
Inisiatif utama sekolah adalah pengikutsertaan siswa dalam tes UKBI. Setelah sosialisasi dan simulasi , sebanyak 38 siswa melaksanakan tes UKBI yang terbagi dalam dua sesi, yakni pada 25 September dan 1 Oktober 2025. Melalui sinergi positif yang dilandasi MoU ini, SMAN 13 Kupang optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berbudaya dan mahir dalam berbahasa Indonesia.
By Maia Halle
Tidak ada komentar:
Posting Komentar